Home » » 10 situs porno jepang

10 situs porno jepang

Written By raul jasson on Wednesday, 3 April 2013 | 01:08

Nama alamat web porno Jepang banyak sekali bergentayangan di dunia maya. Karena Jepang memang punya industri pornografi yang terbesar di Asia. Untuk mengingat semua nama alamat web porno Jepang itu tentu tidak mudah. Saking banyaknya alamat nama alamat web porno dari Jepang. Dari ribuan nama alamat web porno Jepang tak sedikit pula yang telah terblokirInternet ibaratnya dua sisi mata uang. Positif di satu sisi dan negatif di sisi lainnya. Setelah peringatan bahaya kecanduan online, para ahli psikologi kini memperingatkan akan bahaya kecanduan Cybersex. Sebuah fraksi dari kemudahan dunia online, adalah ngintip situs-situs porno di internet. Memang mengasyikan ngintip berbagai pose bugil wanita cantik atau pria gagah secara online. Namun dampaknya, selain melonjak tingginya tagihan rekening telefon dan biaya langganan situs porno, bahaya lain juga mengancam. Secara psikologis, semakin banyak orang tidak bisa lepas lagi dari situs porno. Mereka seolah memiliki kewajiban, setiap hari harus mengakses situs porno. Bila itu telah menjadi rutinitas, dengan mudah para pecandu cybersex ini akan kehilangan orientasi. Mereka tidak bisa lagi membedakan mana dunia virtual dan mana kenyataan. Semakin lama mereka akan semakin tenggelam dalam fantasi seksual dunia maya. Dewan nasional AS untuk kecanduan sex dan perilaku menyimpang - NCSAC melaporkan hasil penelitian terbarunya dalam kongres tahunannya di Atlanta. Disebutkan, dari sekitar 60 juta pengguna internet, sedikitnya dua juta sudah dapat digolongkan kecanduan Cybersex. Bahkan sebagian diantaranya sudah parah, karena mulai kehilangan kesadaran antara dunia nyata dan virtual. NCSAC melaporkan ada tiga bentuk umum cybersex yang menyebabkan kecanduan. Yang pertama dan yang paling umum adalah, pertukaran online foto-foto atau potongan video porno. Pertukarannya menjadi amat mudah, baik melalui sarana e-mail, newsgroup atau melalui homepage. Dewasa ini memiliki alamat e-mail, seolah sudah menjadi keharusan bagi mereka yang tinggal di negara maju.

0 komentar:

Post a Comment